Jumat, 11 Oktober 2013

Membuat dan Mengaransir Lagu via Midi

Mengaransir atau membuat lagu via midi bagi yang sudah biasa tentu akan lebih mudah dan bisa dijadikan sebagai refressing  mengisi waktu luang. Tapi lain lagi bagi mereka yang masih belajar  atau  baru mencoba maka akan terkesan,  membingungkan. Bagaimana tidak, dalam mengolah suara via midi ada kemungkinan jika salah akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
  •  Midi terekam tapi begitu di play tidak berbunyi. Ini disebabkan karena pada chanell master belum terisi  sumber suara midi (General midi windows, Roland, TTS, Virtual Instrument  dll).
  • Suara jadi berbenturan satu sama lain, ini akibat chanel sumber suara masuk pada jalur (angka yang sama). Umumnya satu sumber suara terdiri atas 16 chanell.
  • Bisa jadi ketukan  salah satu instrumen musik tergeser sehingga suara terkesan kejar-kejaran. 
  • Controll keyboard eksternal tidak terdeteksi komputer walaupun sudah terhubung via usb/midi kabel. Cara menanggulanginya harus disetting device dulu. Tentu pada tiap-tiap software letak setingannya beragam tampilan, tapi kata kuncinya  yaitu setting, device, set up, midi.
  • Kemungkinan terakhir midi yang dihasilkan ko begitu diputar di midi player, hasilnya tidak seperti saat di play pada sofware di komputer (sonar, cubase). Cara menanggulanginya midi garapan dari software di atas harus dikonvert ke general midi via Anvil Studio. Dalam mengkonvert tidak secara otomatis tetapi harus manual,  agar hasil yang diharapkan sesuai dengan garapan. Artinya tidak ada satu instrumenpun yang hilang, meleset atau ganti suara. Coba bayangkan bagai mana  jika midi drum terbaca oleh sumber bunyi piano? Tentu bunyinya akan jadi lucu. hehehe... pengalaman dari beberapa situs midi,  suka menjumpai lagu yang kita download begitu kita stel di player midi tiba-tiba bunyinya ngawur dan acak-acakan. 
Nah, itu beberapa kemungkinan. Walaupun sebenarnya masih banyak lagi efek kesalahan atau kekeliruan dari pengalaman mengolah midi.
Vidia Music tidak mengajarkan secara detail, tapi sebetulnya asalkan kita sering latihan dan tekun mempelajari salah satu software  DAW,   insyaAllah akan bisa dengan sendirinya (otodidac try and error).  Karena dalam DAW istilahnya berbahasa Inggris, maka   ya ..itu saja modalnya,  menguasai  atau mengetahui (pasif) Bhs. Inggris.
 Hasil dari DAW di konvert ke General Midi  via Anvil Studio:

Gambar di atas, salah satu bentuk aransemen berformat midi yang dibuat dengan DAW Sonar LE, yang kemudian di general midikan via Anvil Studio,  garapan Vidia Music. Kelebihan Sonar LE dibandingkan dengan Cubase, dari pengalaman sy yaitu lebih ringan dalam mengolah midi, walaupun tracknya banyak.
Untuk sekedar apresiasi, karena blog ini temanya media apresiasi audio maka sy sertakan beberapa hasil midi garapan Vidia Music Studio. Tapi berupa music instrumen daerah (tarling),  sebagai wujud nyata cinta seni daerah sebagai aset bangsa yang perlu dilestarikan, tidak hanya dengan alat tradisi gitar dan suling saja tapi bisa juga di oleh dengan media iptek DAW.
Pengantern Baru
Tetalu Prawa
Tetalu Jipangwalik
Tetalu Barlen

Ket: Untuk lagu penganten baru durasi sesuai aslinya 12 bait. Sedangkan untuk tetalu bila kurang lama durasinya, tinggal copy paste saja loopnya...kemudian atur temponya dan satu lagi buat coda ending.
Itu saja ..selamat  mengapresiasi. dan berkreasi via DAW.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar