Rabu, 04 Februari 2015

DTX drum to EZdrummer

Assalamu'alaikum. Alhamdulillah masih ada rasanya kemauan untuk  menulis apa yang sy tahu dan bisa walaupun sudah sekian lama blog vidia music tidak ter-update dengan tulisan baru. Kurang lebih hampir 5 bulan dikarenakan selain sibuk dengan kegiatan sehari-hari juga kurang lebih 1 bulan admin sempat sakit setelah itu 3 bulan berjalan Vidia Music meruntuhkan bangunan lama kemudian membangun ruang baru lagi untuk  'Home Recording". Ko lama sekali ..hehe..sekalian membuat dapur..ruang makan..toilet dan pagar  untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan. Barangkali yang berlokasi di wilayah Indramayu, bisa mampir di "Vidia Music Studio" Jl. Druntenwetan no 5 Kec. Gabuswetan. Ada dua studio.

Studio 1  ukuran ruang 6 x 6 meter pasilitas drum acoustik, 5 backsound kontrol, utuk rytem, melody, bass dan 2 mic vokal dan keyboard yamaha.  Blower,  kipas angin dan sirkulasi udara. Umum direntalkan.

Studio 2  ukuran 3 x 3,5 meter pasilitas drum elektric Yamaha DTX  drum type 450, speaker kontrol flate samson, Umx midi controll (25 keys) dan Casio (61 keys), rytem guitar, melody, dan bass. Air Condition (AC). Direntalkan hanya untuk keperluan recording. Melayani recording saat hari libur nasional, libur sekolah atau hari minggu.


Judul tulisannya "DTX drum to EZdrummer" maksudnya barang kali pembaca yang sedang belajar recording memiliki drum elektrik merk apapun (dtx drum sekedar contoh) bisa dikoneksikan via usb ke komputer sebagai kontroll (pengganti keyboard controll) menggunakan vst drum (EZdrummer, BFD drum...atau yang lainnya).
Kelebihan-kelebihannya:
Pertama menggunakan drum elektrik sebagai  midi kontrol dalam memainkan drum, tentu hasilnya jauh lebih sempurna dibandingkan jika kita secara manual merangkai ketukan dengan mouse atau midi kontrol lainnya. Sangat terasa pada pola humanize  velocity dan dinamika (unsur power pada kuat dan  lemahnya ketukan). Karena musik yang indah menurut sy jika feel atau rasa dinamikanya terasa mengena. Jika dibuat terlalu urus dan  rata sekali malah kesannya kurang wajar akhirnya seperti suara mesin atau robot walaupun tidak dipungkiri ada genre tertentu yang memang harus dibuat seperti itu sebagai ciri khas (menggunakan beat box).

Kedua,  menggunakan drum elektrik sebagai midi kontroll drum to vst drum bisa sebagai media melatih bermain drum menggunakan metronom. Karena di situ pada dtx drum sudah dilengkapi metronom. Sedangkan kalau kita menggunakan drum acoustik kita harus punya metronom tersendiri.
 Ketiga, menggunakan drum elektrik bisa dibarengi bermain secara live dua atau lebih dengan instrumen lain dan direcord per track secara bersamaan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka DAW Cubasenya
- Atur divice > vst conetcion
- Buat input audio yang kita butuhkan dan disesuaikan dengan soundcard yang kita pakai. Jika soundcard yang kita miliki ada 3 input berarti tiga-tiganya bisa kita gunakan. Klik input > add buss > pilih mono > isi L1 .............seperti itu lagi ........>isi R 1.........seperti itu lagi.......> isi L2
Jadikan L1 misalnya untuk  input audio gitar, R1 untuk input audio bass,  dan L2 untuk vokal
- Klik Project > add track > audio ......isi sumber inputnya mono L1.....track gitar
- Klik Project > add track > audio.....isi sumber inputnya mono R1.......track bass
- Klik Project > add track > audio ....isi sumber inputnya mono L2......track vokal
Selanjutnya:
- Klik project > add track > instrument ....isi midi inputnya DTX drum ....output EZdrummer
- Klik project > add track > intrument .....isi midi inputnya midi kontroll (2) ....output piano
Proses di atas artinya apa?
Artinya kita sudah siap bermain dan direcord secara bersamaan (5 track)  dengan hasil track yang terpisah, sehingga memudahkan proses mixing dan editing saat ada personil yang salah main saat taking bersamaan tadi.
Contoh iseng dari proses di atas bisa diapresiasi  lewat lagu dibawah ini;

D'MATRIX - percayalah (original)
Boulevard cov. Dunbird
Instrument - cibulan cov. H. Dariah
Randam - kisah sedih di hari minggu  cov. Koesplus
Street flower - republik idiot (original)
Randam - pantang mundur (cov. Titiek Puspa) ver Angklung

Mudah-mudahan bermanfaat. Selamat belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar