Jumat, 12 Februari 2016

3 Karya: Iseng, Serius, dan Komersial

Ada beberapa karya yang sering kita dengar atau apresiasi lewat bebarapa situs, soundcloud, youtube atau situs-situs lain yang memiliki fitur multimedia player. Termasuk pada blog "Vidia Music Studio" juga. Manakah karya yang bagus...? Karya yang menurut kita bagus belum tentu begitu diapresiasi oleh orang lain belum tentu bagus. Begitu juga karya yang menurut kita kurang bagus apa lagi...hehe. Mungkin pembaca juga punya karya musik yang tersimpan atau belum dipublikasikan, masuk kategori manakah? Apakah kalau karya kita tidak banyak yang suka atau tidak begitu populer kemudian kita berhenti berkarya. Tentu tidak bisa diputuskan begitu saja. Oleh  karena itu ada tiga kemungkinan orang meluangkan waktunya untuk berkarya musik;

  1.  Ngisi waktu luang ( iseng). Adakalanya kita banyak waktu yang terkadang kita bingung mau dari pada waktu diisi oleh hal-hal yang kurang bermanfaat atau terbuang begitu saja, ambil alat musik atau masuk studio pribadi kalau punya kemudian tuangkan ide lewat alunan nada atau melody, kemudian dikombinasikan dengan instrument lainnya lewat media audio recording atau yang kita kenal DAW (digital audio workstation) aplikasi khusus untuk arransir musik terus jadilah ide kita menjadi sebuah karya ...baik itu part demi part atau utuh tergantung mud kita saat itu dan waktu yang tersedia. Terkadang waktu kita banyak akan tetapi sudah terlalu lama duduk akhirnya mengurangi semangat (mud)..maka ditinggalah, kita melakukan kerjaan lain atau melupakannya dan biarkan karya tadi menjadi apa adanya. Jika dikemudian hari karya yang apa adanya dibuka kembali dan ada ide-ide baru untuk menyermpurnakannya maka karya kita menjadi tampak semakin kompleks. Tapi tetap saja sekompleks apapun hasil karya kita kalau itu maksud kita hanya untuk mengisi waktu luang dan sekedar menghibur diri dengan alunan musik yang kita mainkan tetaplah karya kita hanyalah sebuah karya hasil iseng. Merugikah ? Sia-siakah? Tidak,  tidak ada yang rugi dan bukan sia-sia. Simpan sajalah karya-karya itu suatu saat nanti jauh-jauh waktu kita putar karya-karya kita yang menumpuk hasil dari keisengan kita ada suatu rasa tersendiri yang mewakili rasa saat itu. Dan sebetulnya bukan rasa saja tetapi di dalamnya  juga mewakili skill atau kemampuan kita memainkan instrument waktu itu, kemampuan kita mengopratorkan aplikasi DAW dan kemudian akan mengalirlah rasa syukur dari dalam diri walaupun tak terucapkan....semua ini adalah karunia (karena tidak ada daya dan upaya dari waktu ke waktu kecuali atas kehendakNya...dan tidak ada sedikit pengetahuanpun yang kita dapatkan melainkan atas seijinNya....Allahu Akbar dan Alhamdulillah)
  2. Serius. Mungkin jauh-jauh hari kita sudah mempersiapkan ide-ide musik kita baik itu lyrik lagu, melody lagu, cord lagu, rytme lagu dan lain-lainnya. Datanglah kita ke studio rekaman dengan mengeluarkan biaya sekian, sekian. Seharian atau lebih jadilah ide kita menjadi sebuah karya yang utuh dan layak diperdengarkan kepada khalayak via radio atau media promosi lainnya. Apa yang kita dapatkan ? Tentu kita merasa bangga atau senang jika karya musik kita digemari atau diminati oleh masyarakat. Kemudian jika karya kita banyak dan jika dikeluarkan selalu diminati maka semakin dikenal saja lah group bandnya, nama personilnya. Lalu apa yang kita dapatkan dari semua itu? Sebatas kita dikenal dan digemari. Selama kita tidak mendapatkan job untuk tambil dengan bayaran sekian-sekian, berarti group band yang kita jalani hanya sebatas benih  yang baru menunjukkan eksistensinya atau keberadaannya kepada masyarakat. Alhamdulillah.
  3. Komersial. Suatu saat dari kumpulan karya-karya kita yang direkam menjadi sebuah karya utuh dengan jumlah yang banyak dan kita sudah melampaui proses yang ke-2 di atas yaitu proses karya Serius, dan eksistensi kita di masyarakat sudah di akui langkah terakhir yaitu komersial. Berapa pengorbanan kita yang dulu dikeluarkan saat membuat karya demi karya, saat promosi dan lain-lainnya harus mendapatkan keuntungan bukan saja rasa bangga tapi ukuran yang lebih riil yaitu berupa materi....karya kita harus bisa menghasilkan uang. Jika penggemar sudah banyak yang mencari karya kita di pasar, toko-toko....saatnya kita menggandakan karya kita lewat jasa yang menangani bidang ini untuk membantu memperjualkan di pasaran. Jangan lupa daftarkan dulu usaha yang kita jalani via deperindag untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Alhamdulillah.
Sekarang tinggal tanyakan pada diri-sendiri sudah sampai level manakah kita berkarya? Kalau "Vidia Music Stuio" sendiri masih level 1....hehe iseng...............tapi tetap akhirnya mah sama yaitu..Alhamdulillah.
Semoga Tuhan ridlho dengan apa yang kita jalani sehingga suatu saat akan membawa berkah...amiiiiin.
Hasil iseng belajar violin...my heart will go on (cover instrument)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar